Wikipedia
Hasil penelusuran
Selasa, 20 Agustus 2013
Anggota Al Qaeda Serukan Serang Diplomat AS
Anggota Al Qaeda asal AS menyerukan agar menambah serangan ke kantor diplomat AS di negara-negara Arab. Dalam seruannya tersebut, Gadahn juga memuji terbunuhnya duta besar AS untuk Libya pada 11 September tahun lalu.
FBI percaya Gadahn, yang lahir di California dan kemudian memeluk Islam, sekarang bersembunyi di Afghanistan sejak 2004 dan menawarkan 1 juta Dollar AS bagi siapa saja yang dapat memberi informasi mengenai keberadaannya.
Dalam sebuah video berdurasi 39 menit dan menggunakan bahasa Arab dengan fasih Adam Gadahn justru menawarkan imbalan bagi siapa saja, termasuk mujahidin, yang dapat membunuh para duta besar negara-negara barat di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara. Demikian laporan SITE, kelompok pemerhati jihad internasional yang berbasis di Washington.
"Imbalan ini berdampak besar untuk menanamkan rasa takut di hati musuh-musuh Allah yang sangat pengecut itu," kata Gadahn dalam video.
"Para musuh Allah juga berpotensi menebarkan keraguan kepada umat Muslim untuk melaksanakan amal salih di jalan Allah," lanjut Gadahn yang transkripnya diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh SITE.
Tahun lalu, Al Qaeda di Yaman menawarkan 3 kg emas untuk pembunuhan duta besar AS di Sanaa atau 5 juta Real (setara dengan hampir 242 juta rupiah) untuk setiap kepala tentara AS di kawasan Arab.
Duta Besar AS untuk Libya, Christopher Stevens dan tiga warga AS lainnya dibunuh di Benghazi pada 2012 setelah protes massa yang marah karena penghinaan terhadap Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam.
Pada Agustus 2007 Gadahn telah menyerukan serangan terhadap diplomat AS, "Al Qaeda akan menargetkan diplomat dan dubes AS sebagai pembalasan atas aksi militer yang dipimpin AS di Iraq dan Afghanistan."
Seruan Gadahn dan peringatan mujahidin serta berbagai gejolak yang terjadi di Timur Tengah memaksa negara-negara Barat menutup kantor kedutaan besar mereka di Timur Tengah dan Afrika Utara awal bulan ini. Inggris mengatakan mereka akan membuka kantor kedubesnya di Yaman pada Ahad (18/08/2013) ini setelah 12 hari ditutup.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar