Wikipedia

Hasil penelusuran

Minggu, 05 Januari 2014

Ghazwul Fikri (perang pemikiran) PERHATIKANLAH…


images (2)
PERANG PEMIKIRAN
Ghazwul Fikri (perang pemikiran) yang membuat beberapa orang Islam menjadi minder dengan agama mereka.
DISADARI atau tidak, kini kaum kuffar dan munafiqin secara gencar dan sistematis berupaya keras mengeliminasi Islam supaya tidak berkembang dan berupaya pula menghancurkan Islam dari dalam. Program eliminasi dan penghancuran ini terangkum dalam program al-ghazwul-fikri (perang pemikiran) yang mereka rencanakan.
Dalam bukunya, Pengantar Memahami al-Ghazwul-Fikri, Abu Ridha menyatakan, bahwa al-ghazwul-fikri merupakan bagian yang tak terpisahkan dari uslub qital (metode perang) yang bertujuan menjauhkan ummat Islam dari agamanya. Ia adalah penyempurnaan, alternatif, dan penggandaan cara peperangan dan penyerbuan mereka terhadap dunia Islam.
Paling tidak, ada ‘empat’ hal yang termasuk dalam program al-ghazwul-fikri.
Pertama, Tasykik yakni gerakan yang berupaya menciptakan keraguan dan pendangkalan akidah kaum Muslimin terhadap agamanya. Misalnya, dengan terus-menerus menyerang (melecehkan) Al-Qur’an dan Hadits, melecehkan Nabi Muhammad Saw atau mengampanyekan bahwa hukum Islam tidak sesuai dengan tuntutan zaman.
Kedua, Tasywih yakni gerakan yang berupaya menghilangkan kebanggaan kaum Muslimin terhadap agamanya. Caranya, memberikan gambaran Islam secara buruk sehingga timbul rasa rendah diri di kalangan ummat Islam. Di sini, mereka melakukan pencintraan negatif tentang agama dan ummat Islam lewat media massa dan lain-lain, sehingga Islam terkesan menyeramkan, kejam, sadis, radikal dan lain sebagainya.
Ketiga, Tadzwib yakni pelarutan budaya dan pemikiran. Di sini, kaum kuffar dan munafiqin melakukan pencampuradukkan antara hak dan batil, antara ajaran Islam dan Kafir. Sehingga ummat Islam yang awam kebingungan mendapatkan pedoman hidupnya. Dan, keempat, Taghrib yakni “pembaratan” dunia Islam, mendorong ummat Islam agar menerima pemikiran dan budaya Barat, seperti sekularisme, pluralisme, nasionalisme dan lain sebagainya.
Keempat hal tersebut di atas, dirasakan atau tidak, kini telah banyak mempengaruhi ucap, sikap dan perilaku kaum Muslimin dalam meniti kehidupannya. Tidak sedikit, di antara saudara seiman kita yang terperdaya oleh program ini.
———————–
Di forum ini kita bisa melihat indikasi adanya beberapa orang yang mengaku sebagai Muslim, namun lebih sibuk mencela dan menyerang saudara-saudara seiman mereka sendiri yang sebenarnya hanya berusaha untuk melakukan perlawanan terhadap serangan kaum kafir di dunia maya yang berusaha merusak aqidah umat Islam dengan memutar-balikkan ayat-ayat Al-Qur’an. Sibuk untuk ‘mempesonakan’ non-Muslim dengan mengumbar gaya seolah-olah penuh toleransi dan menghargai pihak beragama lain.
Kita harus mampu menetapkan sikap kita terhadap kelakuan non-Muslim yang beragam. Bagi mereka yang tidak mau cari masalah dan ingin hidup berdampingan secara damai, kita juga wajib untuk memperlakukan mereka dengan damai, menjamin dan tidak mengganggu mereka dalam menjalankan agama. Namun bagi non-Muslim yang memang bermaksud ‘menggali kapak peperangan’, umat Islam juga tidak berpantang untuk menghindari lawan. Mereka mempermasalahkan ayat Al-Qur’an, kita ladeni dan bisa melakukan serangan balik untuk menguliti kebusukan kitab suci mereka. Mereka mau memutar-balikan ayat Al-Qur’an, kita luruskan dengan membongkar kekacauan cara berpikirnya.
Ente jual, ane beli, Kita akan sama-sama bisa lihat hasilnya, ‘jualan’ siapa yang tidak bermutu dan penuh dengan kerusakan..
Jadi bagi sementara orang yang mengaku Muslim namun sudah terpengaruh dengan ‘ghazwul fikri’ kaum kafir, lalu bersikap minder dengan agamanya sendiri, sebaiknya tidak usah meributkan rekan seimannya yang sedang berjuang. Kalau anda ingin hidup damai dengan non-Muslim, carilah mereka yang memang menginginkan hidup damai juga, disini bukan tempat untuk anda.
—————————-
Nb:
Pastikan Kafir atau Tidaknya mereka yang mengotot berdebat dengan meminta mereka untuk mengucapkan Sahadatain
Asyhadu an-Laa Ilaaha Illallah wa Asyhadu an-Na Muhammadarrosuululloh
Aku besaksi Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Utusan Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar