PERINGATAN TENTANG BENCANA YANG AKAN MENIMPA UMAT ISLAM
(QS.An-Nahl:112)
“Dan Allah telah membuat suatu perumpaman dengan sebuah negeri yang dahulunya aman dan tentram, rizkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segala tempat akan tetapi penduduknya mengingkari akan nikmat Allah, karena itu Allah menimpakan kepada merekabencana kelaparan dan ketakutan di sebabkan apa yang mereka perbuat.”
Ada banyak hal yang perlu keta cermati dari berbagai ujian, Bencana dan malapetaka yang menimpa umat islam dewaa ini. Dalam Al-Qur’an, sesungguhnya Allah SWT telah mengingatkan kepada kita bahwa adzab dan siksa Allah tidak khusus hanya menimpa orang-orang zhalim diantara kita. Allah SWT befirman dalam Al-Qur’an An-Anfal:25 “Dan peliharalah dirimu dari siksa yang tidak khusus menimpa orang-orang zhalim saja diantara kamu dan ketahuilah bahwa Allah SWT amat keras siksanya.” Jadi Allah juga mengingatkan kepada kita dalam firman-Nya bahwasanya kita juga harus berhati-hati dalam keseharian kita. Kita juga di ingatkan untuk memelihara diri kita dari siksa Allah SWT yang amat keras.
Demikianlah bila suatu kaum sudah bermaksiat dan menentang perintah-perintah Allah SWT serta meng kufuri nikmat-nikmat-Nya, maka sungguh Allah SWT akan menurunkan kehinaan dan kebinasaan kepada mereka baik kehinaaan di dunia maupun di akhirat. Lalu bagai manakah dengan kita yang hidup di negeri ini, Negeri yang banyak di jumpai di dalamnya kemaksiatan, kemumgkaran dan penyelewengan-penyelewengan moral. Adakah kita sudah mengatkan kepada mereka akan siksa Allah SWT yang maha pedih.
Ayat diatas (Qs.An-Nahl:122) menggambarkan dengan jelas betapa Allah SWT akan membinasakan sebuah negeri yang penduduknya berbuat zhalim dan mengingkari nikmat-nikmat Allah SWT, sehingga Allah menimpakan kepada mereka siksa-Nya brupa kelaparan dan ketakutan.
Bahkan dalam sebuah hadits shahih, Imam Ibnu Majah meriwayatkan bahwa akan ada lima bencana yang akan menimpa umat ini. Dari Abdullah bin Umar bin al-Khathab ia berkata “ Aku adalah salah seorang dari sepuluh keluarga muhajirin yang berada di rumah kediaman Rasulullah, lalu ia menghadapkan wajahnya kepada kami, “Wahai kaum Mujahairin !! sesungguhnya ada lima perkara dan aku berlindung kepada Allah SWT agar kalian tidak menemuinya, beliau bersabda;
1. Tidaklah muncul perbuatan keji (zina ) pada suatu kaum hingga mereka melakukannya secara terusterang kecuali Allah akan menimpakan kepada mereka sebagai penyakit (tha’un) dan wabah yang belum pernah menimpa kepada orang-orang sebelum mereka.
2. Tidaklah suatu kaum mengurangi takaran dan timbangannya niscaya mereka akan di timpa dengan tandusnya tanah, paceklik sepanjang tahun serta berkuasanya pengusa-penguasa yang zhalim.
3. Dan tidak suatu kaum enggan mengeluarkan zakat hartanya kecuali Allah SWT akan menimpakan kepada mereka bencana dengan tidak diturunkan hujandari atas langit kepada mereka dan kalaulah bukan karena bintang ternak niscaya Allah SWT akan menahan turunya hujan selama lamanya..
4. Dan tidaklah suatu kaum mengingkari janji antara mereka dengan Allah dan RasullNya melainkan Allah akan mendatangkanmusuh-musuh yang bukan dari golongan mereka, lalu merampas sebagian harta yang ada di tanagan mereka.
5. Dan selama peminjam-peminpin-pemimpin mereka tidak berhukum degan kitabullah dan tidak memilih yang terbaik dari apa yang Allah SWT turunkan melainkan Allah SWT turunkan kepada mereka kesengsaraan (perpecahan ) di antara mereka.”(HR. Imam Ibnu Majah,4019, dan di hasankan oleh Syaikh Al-Bani).”
Demikianlah dengan tegas Rasullah mengingatkan di depan kaum muhajarin tentang lima bencana yang akan menimpa umat ini, yang pertama bahwa bila kemaksiatan dan kemungkaran terjadi pada suatu kaum dengan terang terangan, perjudian yang semakin merajalela, palacuran,prostitusi dan perzinaan serta kasus-kasus perkosaan yang hampir setiap hari menghiasi halaman surat kabar, maka sungguh Allah SWT akan menimpakan kepada penduduk negeri tersebut bencana dengan wabah penyakit (tha’un) yang tidak akan pernah ada obatnya dan tidak pernah di alami oleh umat-umat sebelumnya. Penakid Aids yang ditemukan pada penghujung tahun 1980 adalah bukti siksa Allah SWT atas penyimpangan moral yang dilakukan manusia.
Selanjutnya yang kedua, Rasulllah mengingatkan bahwa bila suatu kaum telah mengurangi takaran dantimbanganya, niscaya Allah akan menimpakan kepada kaum tersebut dengan bencana berupa paceklik sepanjang Tahun, serta berkuasanya pemimpin-pemimpin yang bengis dan bejat moralnya (diktator), pemimpin-pemimpin yang akan menindas bangsanya sendiri.
Selanjutnya yang ketiga, tidaklah suatu kaum yang enggan mengelurkan zakat malnya, baik para petani, pedagang, pengusah, dan orang-orang berkewajiban mengelurkan zakatnya, kemudian mereka tidak mengeluarkanya, niscaya Allah SWT akan menimpakan kepada mereka siksa yang malapetaka dengan tidak diturunkannya hujan dari langit, dan karena bila tidak ada binatang ternak, niscaya Allah SWT tidak akan menurunkan hujan selama-lamanya, maknanya bahwa Allah SWT lebih mencintai binatang-binatang ternak di bandingkan orang-orang berharta namun tidak mengeluarkan, zakat hartanya.
Yang keempat, tidaklah suatu kaum mengingkari janji antara dirinya dengan Allah SWT dan RasulNya, melainkan Allah akan mendatangkan kepada mereka musuh musuh yang bukan dari golongan mereka, lalu merampas sebagian harta yang ada pada mereka.
Selanjutnya yang kelima, bahwa sungguh tidaklah suatu kaum, dimana pemimpin-pemimpin mereka, iman-iman mereka sudah tidak tunduk dan berhukum dengan Kitabullah Al-Qur’an, perpecahan diantara mereka. Dalam kaitanya berhukum dengan selain hukum Allah SWT (Kitabullah), setelah iqmatul hujjah sampai kepada mereka.
Demikianlah beberapa peringatan tentang bencana yang akan menimpa umat islam, dan hendaknya kita waspada akan hal-hal seperti itu dan kita khususnya umat islam haruslah senatiasa untuk menjaga diri kita agar supaya terhindar dari perbuatan-pebuatan maksiat yang semakin banyak di negeri ini. Semoga Allah SWT selalu memberi petunjuk dijalan yang benar kepada seluruh umatnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar